Sabtu, 31 Oktober 2015

PUISI

PRIA BERPECI

Lingkaran cahaya rembulan masih terlihat
kedipan bintang terasa begitu memikat
bentangan hitam malam seperti enggan melewat
namun tak menyurutkan hasrat

Tatkala kehendak hati untuk terus berjalan
menembus angin melambai dalam kebekuan
sedang dzikir membasahi lisan
demi tercapai satu tujuan 
tiba waktunya mengumandangkan adzan
membuyarkan mimpi
membangunkan sang pemimpi

Dialah pria berpeci berjubah putih
terbalut pakaian putih nan bersih
terhias guratan garis wajah
namun tak tampak lelah
tubuh yang mulai goyah
namun melangkah dengan gagah
begitu ikhlas begitu pasrah
mengemban tugas memburu berkah
satu pintanya pada sang pencipta
semoga diri ini ada pengganti jua

( karya Annisa Firza Yani )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar